Safety Riding, Pahami Karakter Moge

Posted: Mei 14, 2013 in Tips dan Trik


Meski berkapasitas sama, setiap motor gede atu moge memiliki karakteristik berbeda. M. Fadli pembalap supersports Kawasaki punya pengalaman segudang ikhwal karakteristik motor dari berbagai merek. Ia pernah menjajal Yamaha R6, Kawasaki ZX-6R, ER-6N atau Ninja ZX-14F

“Perbedaan paling jelas adalah untuk silinder 4 dan 2. Seperti pada R6 dan ZX-6R kalau dibandingkan dengan ER-6n. Meski keduanya memiliki kapasitas mesin yang hampir sama namun berbeda di soal karakter mesin,” bilang pembalap asal Cibinong, Bogor ini.

Untuk motor dengan dua silinder menurut Fadli lebih mementingkan torsi dibanding dengan motor 4 silinder. Makanya, tarikan awal motor dengan jumlah silinder yang lebih sedikit jauh lebih cepat. “Sedangkan untuk motor 4 silinder memiliki power atas atau top-speed yang lebih tinggi,” sebut Fadli.

Makanya, ia mengambil contoh antara motor CBR 250R versus Ninja 250R. Meski keduanya memiliki kapasitas silinder yang sama, namun keduanya punya perbedaan. “CBR 250R yang punya satu silinder akan cepat keluar saat tikungan. Namun ketika di straight atau lintasan lurus, Ninja 250R akan mudah mengalahkan CBR 250R,” bilang pembalap rajin sholat ini.

Karakter motor besar ini menurut Fadli terlihat kalau dikendarai sampai pada batas limit. Seperti di sirkuit, Kawasaki ZX-6R menurut Fadli memiliki tenaga menengah atas yang lebih bagus dibanding motor lainnya seperti R6 ataupun CBR 600. “Namun untuk kenyamanan berkendara banyak yang setuju CBR 600 memang jauh lebih enak dikendarai,” kata Fadli yang awal karir balapnya sempat betot Vespa.

Karena itu, tambah Tomi Ernawan, perlunya latihan mengenal karakter motor sangat dianjurkan. “Proses pengereman, cara berbelok harus sering dilatih,” wanti Instruktur safety riding dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Penggunaan rem di moge dalam kecepatan tinggi setidaknya bisa mengaplikasi teknik yang digunakan pembalap sebelum masuk tikungan. “Dominan gunakan rem depan. Ekstremnya bisa melihat gaya pembalap MotoGP yang sampai ngangkat roda belakang,” tegas Tomi.

Berbeda saat berkendara harian tidak mesti sampai seektrem itu. Penggunaan roda belakang sebisanya hanya untuk menyelaraskan gerak roda depan. Sedang untuk belok dikenal dengan teknik counter-steering. “Caranya membelokkan setang berlawanan arah dengan tikungan,” tambah Joel Deksa Mastana, instruktur safety riding dari Jakarta.

Misalnya, saat motor belok ke kanan, pindahkan berat badan ke kanan, lantas tekan setang sebelah kanan ke depan. Sementara setang kiri cukup menyeimbangkan.

sumber : otomotifnet.com
Komentar
  1. moncler mengatakan:

    i like this post very much

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s