Test Upgrade Performa Yamaha Vixion, Tembus 21,63 dk

Posted: April 20, 2013 in Modifikasi, Yamaha

Wow, kata yang pertama kali terucap saat melihat grafik hasil dynotest engine Yamaha V-ixion keluaran 2007 punya Dany Priambudi. Soale V-ixion ini saat dilarikan statis di atas alat Dynojet kepunyaan Aerospeed 74, bisa tembus power di angka 21,63 dk/9.900 rpm. Torsi, tembus 16,55 Nm/8.600 rpm. Padahal standarnya hanya menyentuh angka 13,63 dk/8.200 rpm dan 12,41 Nm/7.400 rpm.
Bila dihitung, kenaikan power dan torsinya cukup fantastis. Power naik 8 dk dan torsi 4,14 Nm. “Banyak perjuangannya. Mulai dari cari part yang sesuai, hingga komputerisasi buat dukung seting sistem injeksi,” kata Dany Priambudi yang mantan wartawan ini.

Menurut Dany, motornya ini sengaja diriset buat imbangi teman-teman komunitasnya yang menggunakan motor berkapasitas 250 cc lebih. “Jadi, saat jalan bareng komunitas minimal bisa mengimbangi,” bukanya.

Bila diceritakan dari awal hingga akhir, setengah halaman ini enggak bakalan cukup bro. Karena, banyak trail and error. So, kita bahas part dan setingan apa saja sih yang disematkan di V-ixion ini. “Yang diutamakan di Vixi ini adalah durability engine. Sebab selain turun fun race juga dipakai untuk harian,” paparnya.

Kapasitas yang 150 cc dibore up jadi 174,71 cc. Ini didapat lewat aplikasi piston diameter 62 mm yang dibikin mendem 1 mm. Perbandingan rasio kompresi mesin jadi 11,8 : 1.

Lalu, dikombinasi penggunaan head silinder, pakai Super Head BRT-Bintang Racing Team yang dibekali katup in 21,5 mm dan ex 19 mm. Katup ini dipandu buka-tutup oleh kem Kawahara K2 yang diretouch jadi durasi in 248,5 derajat dan ex 248 derajat.

Karena kapasitas engine sudah membengkak, jadi Electronic Control Unit (ECU) standar diganti pakai BRT Imax-Jumper (Imax-J) agar bisa dimapping. Untuk mencampur bahan bakar dan udara dengan sempurna, throttle body aftermarket dipilih ukuran 32 mm. Tapi, anehnya injektor malah cocok pakai standar dengan 6 hole. Serta Air Fuel Ratio (AFR) dibikin 13,1 : 1. Sisa gas buang, disalurkan lewat knalpot Prospeed.

“Untuk engine diseting oleh Bibin Barlianto dari Aerospeed 74. Riset ECU bersama Tomy Huang dari BRT-Bintang Racing Team. Dan, Taqwa SS dari Garden Speed untuk urusan mapping ECU. Masih banyak PR yang musti diselesaikan agar maksimal,” tutup Dany. (motorplus-online.com)


TORSI
Rpm    Standar Upgrade
4.500  10,04   13,71
5.000  10,30   13,68
5.500  10,70   12,65
6.000  10,90   13,05
6.500  11,59   13,48
7.000  12,29   14,86
7.500  12,16   15,94
8.000  11,93   16,30
8.500  11,35   16,22
9.000  10,29   16,30
9.500  9,60    15,95
10.000 5,65    15,25
10.500 –       14,24
11.000 –       12,13
11.500 –       12,58

POWER
Rpm    Standar Upgrade
4.500  6,35    8,66
5.000  7,23    9,61
5.500  8,16    9,74
6.000  9,19    10,99
6.500  10,61   12,32
7.000  12,08   14,61
7.500  12,80   16,75
8.000  13,41   18,32
8.500  13,53   19,39
9.000  13,00   20,60
9.500  12,73   21,28
10.000 7,90    21,42
10.500 –       20,89
11.000 –       18,74
11.500 –       20,29

Komentar
  1. Ilham Nuralamsyah mengatakan:

    budget berapa gan ?
    lokasi bengkel dimana ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s